Ketika suasana makin kacau
hati bahkan enggan mencair
dan keraguan datang
“Masihkah ada sisa keberuntungan untuk ku?”
Ketika aku berusaha berpaling ceria
namun keadaan tak mengizinkan ku
maka aku memilih tetap teguh
pada kebisuan ini. . .
Bukan aku menyalahkan
bahkan tak ada rasa menghakimi selama ini
Aku hanya kecewa,
hanya itu. . .
Maaf, tuk semua keluhan ini
takdir memang harus berjalan
jangan salahkan mereka,
memahami diri itu hal terpuji
Dan tanpa disadari
akupun telah menyakiti. . .
DIE (some1 in the end)
Die,
teruntukmu yang selalu mengusik hati
Aku tak akan semarah ini
andai kau bebas bicara
hanya aku yang kau usik
kepada
yang terindah yang mengimajinasi cinta ku
dan kau bebas berkata aku yang di hati mu. . .
Dariku yang ingin selalu kau lindungi
yang mengenalmu sebagai biasa
yang datang dan berlalu
tanpa tau siapa aku. . .
Tetaplah
hanya untukmu
aku merindu. . .
