Japanese Rock ? Oh, NO !!!

30 03 2009

Well, mungkin ada yang kaget dengan titel di atas. But, wait a minute, don’t misjudge it!!!

Seperti yang telah pembaca budiman ketahui sebelumnya, saya sangat menyukai yang namanya Japanese Rock. Tapi, belakangan ini saya mengalami dilema. Makin ke sini saya makin bingung menentukan pilihan, band Japanese Rock mana yang mau saya ikuti perkembangannya.

Kalau dulu saya hanya sebatas menyukai band-band mayor , sekarang mulai merambah ke indie visual kei, yang notabene musiknya lebih cadas ketimbang band-band mayor kebanyakan. Akhirnya, mau ga mau, harus menyiapkan anggaran lebih buat download sana-sini. Penginnya sih bisa support the artist by buying the original Cd, but, you know lah.

That’s it, sedikit curahan hati dari riderbeat yang selau menghabiskan waktu luangnya sendirian sambil menikmati musik keras (jomblo mulu sih, he,he, another curhat).

Gimana dengan kalian, band jepang mana aja yang kalian suka???





Tugas Paper Kapselkom

4 11 2008

Komputer untuk melacak pemain dalam permainan olahraga

Janez Perš, Stanislav Kovacic

Fakultas Teknik Elektro, Universitas Ljubljana, Kroasia

Selama beberapa tahun, analisis suatu pertandingan olahraga hanya dilakukan oleh para pengamat berdasarkan lembar pengamatan (observation sheet) yang diisi ketika pertandingan berlangsung. Kemudian, berkat bantuan rekaman video, hal ini sedikit demi sedikit berubah. Akan tetapi, perkembangan penggunaan komputer dalam olahraga tetap berjalan lambat. Kurangnya fasilitas komputer dan video yang tersedia menjadi penyebabnya.

Namun kini, berkat perkembangan yang pesat dalam dunia komputer, peranan komputer dalam olahraga pun semakin membaik. Sebagai contoh adalah penerapan sistem pandangan (vision) komputer dalam permainan olahraga dalam ruang (indoor). Sistem ini melibatkan penggunaan sejumlah pemrosesan gambar (image), metode pelacakan (tracking), beserta kalibrasi kamera dan koreksi distorsi lensa kamera.

Output sistem ini berupa lintasan yang ditempuh pemain dalam jangka waktu tertentu. Output inilah yang kemudian dapat diproses lebih lanjut dan dianalisis oleh para ahli olahraga. Jadi pada prinsipnya, sistem komputer di sini berperan dalam pelacakan (tracking) pemain. Ada sejumlah algoritma digunakan dalam tracking pemain ini, antara lain motion detection, template tracking, dan color based tracking. Tentunya masing-masing algoritma tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Meskipun telah menggunakan sistem komputer, sumber daya manusia tetaplah mutlak diperlukan. Sebagai contoh pada kondisi kritis tertentu, proses tracking otomatis komputer harus dihentikan secara manual. Di sinilah sumber daya manusia diperlukan untuk memperbaiki jikalau terjadi miss-tracking pemain ataupun masalah pada sistem yang digunakan.





Jrock dan rambut keriting ???

26 10 2008

Yo, silahkan kasih komentar (info juga boleh) kalian tentang gaya rambut rocker jepang yang keriting. Terserah mau positif, negatif, atau netral (aku pilih netral), tapi ingat untuk tetap menghormati dan menghargai pendapat yang berbeda.

Oh ya, beberapa rocker jepang yang bergaya rambut keriting yang aku tahu antara lain: Shinya (Drummer Dir en grey); Ruki (Vokalis the GazettE); dan Satoshi (Vokalis girugamesh).

Monggo wae jika ada yang ingin menambahkan.





girugamesh ~BREAK DOWN~

26 10 2008

Ok, apakah sudah ada yang melihat promotional video [PV] girugamesh yang berjudul Break Down? Pertama kali melihat, apa reaksi kalian?

Jujur, aku kaget banget setelah lihat Pv itu. Beberapa hal yang membuat aku cukup terkejut antara lain : girugamesh udah ga pake stelan jas (aku lebih suka mereka pakai jas), rambut Satoshi terlihat jelas dikeriting (walau ga sekeriting Shinya [dir en grey] dan Ruki [the GazettE]) and that makes him looks younger;turn-table yang dimainkan di beberapa bagian lagu.

Sempat kemarin-kemarin aku membaca forum luar yang juga membahas break down. Aku juga yakin, pasti banyak forum dalam negeri yang membahasnya juga.

Dan seperti yang sudah diduga, pro kontra bermunculan di sana-sini. Kebanyakan sih mengaku kurang sreg (kurang suka) dengan girugamesh “yang ini”. Ada yang bilang Pv-nya boring, vocal Satoshi terlalu banyak unsur pop-nya, Satoshi ga cocok kalau ngerap (sabar ya, Mas Satoshi), musik girugamesh jadi aneh (rada nu-metal, thanks to the sound of turn-table), dll.

Tapi perlu diingat, meski lebih banyak yang berkomentar negatif, bukan berarti yang menyukai sedikit (mungkin malas ngasih komentar aja, including me.he.he).

Menurutku, perubahan yang ditemui pada lagu ini (kemungkinan akan ditemui juga di album terbaru girugamesh “MUSIC” yang akan segera dirilis) adalah sesuatu yang bersifat positif, karena aku masih bisa menikmati lagu ini dari awal sampai akhir. Lagu mereka masih tetap bisa memberikan semangat untuk lembur mengerjakan tugas kuliah yang makin menumpuk (kok jadi curhat T-T).

Tapi sekali lagi, sekedar mengingatkan bahwa MUSIK adalah perkara SELERA.

So, keep respect them who have different opinion.

Last but not least, how about you ?





Sunset [visit my multiply for more]

26 09 2008





Beda, Pede Aja

26 09 2008
Sep 26, ‘08 7:03 AM
for everyone
Terkadang, kita merasa kurang percaya diri ketika bergaul di lingkungan. Terlebih ketika kita menyadari bahwa kita berbeda dari lingkungan tersebut. Perbedaan itu bisa berupa perbedaan fisik (yang emang jelas-jelas pasti berbeda), sifat (yang jelas bakalan beda juga), cara bicara, cara pandang, ideologi, agama, adat, status sosial, hal-hal lain seperti hobi, minat, cita-cita dan lain sebagainya. Kekurangpercayaan diri yang timbul ini terkadang dirasa biasa-biasa saja, meskipun ada kalanya menjadi hal yang sangat mengganggu. Karena tak bisa dipungkiri, kekurangpercayadirian ini akan mempengaruhi (dalam arti negatif) kehidupan kita.Beberapa tahun saya menghadapi fakta bahwa saya adalah satu-satunya yang berbeda (in this case, my religion). Hal ini sempat mengusik hidup saya, sampai-sampai saya sempat berpikir untuk berpindah agama. Pikiran itu terasa semakin lama semakin kuat.
Memang tidak bisa dipungkiri kalau lingkungan punya pengaruh besar terhadap diri kita.

Tapi puji Tuhan, hal itu telah saya lewati. Kini meskipun saya berbeda (dalam berbagai hal), saya sadar bahwa perbedaan itu bukanlah sesuatu untuk ditakuti dan tak perlu terlalu dipikirkan. Saya sadar bahwa perbedaan itu adalah berkat dari Tuhan kepada masing-masing orang yang membuat masing-masing orang istimewa. Bagaimana perbedaan itu akan membawa arah hidup kita, kita sendiri yang tentukan. Apabila suatu saat muncul pertanyaan-pertanyaan dalam benak kita yang sulit terjawab, berdoalah, memohon petunjuk dari-Nya. Karena Ia-lah sumber segala jawab.

Bergembiralah walau kita beda. Yakinlah bahwa perbedaan itu wajar dan perbedaan itu akan memperindah hidup kita.

So, hormatilah siapapun mereka yang berbeda dari kita.

Barangsiapa ingin dihormati, maka ia haruslah menghormati.

It’s easy, isn’t it.





NASIB

26 09 2008

Pertanyaan : Apakah ada “nasib” ? Sekiranya ada, guna apa kita berusaha, karena toh nasib sudah ditakdirkan ? Tetapi sekiranya tidak ada, kenapa ada orang yang kaya tanpa usaha banyak, sedangkan ada orang yang miskin, biarpun banyak berusaha ?

Jawab : Pertanyaan saudara sangat kuno, tetapi juga sangat up-to-date. Saya katakan “kuno”, karena persoalan ini sudah ditanyakan orang2 primitip sejak dahulu kala, di dalam dan di luar agama. Setiap generasi menanyakan pertanyaan ini, karena tidak merasa puas dengan jawaban yang diberikan oleh generasi yang mendahuluinya. Setiap generasi, termasuk generasi kita sekarang ! Itu makanya persoalan itu juga up-to-date. Bukankah kita mendengar bahwa pemimpin2 negara (terlebih di dunia bagian Timur ini), selalu “consult” lebih dahulu dengan datu2nya sebelum melaksanakan suatu rencana, atau sebelum berangkat ke luar negeri ? Bukankah kita mendengar bahwa banyak orang2 yang berpendidikan menghubungi “sumber2 tertentu” sekadar untuk mengetahui masa-depan masing2. Tentu soal ini sedikit-banyaknya menimbulkan pertanyaan dalam hati orang biasa, apakah memang nasib itu sudah ditakdirkan sebelum realisasinya ! Memang soal ini sangat relevant dalam zaman kita di Indonesia.

Sebenarnya jawaban atas pertanyaan ini sangat bergantung kepada pengertian kita akan istilah “nasib”. Nasib itu demikian banyak artinya, sehingga kita harus hati2 dalam pemakaiannya.

Apabila yang dimaksud dengan “nasib” ialah sesuatu yang dapat diketahui melalui kartu, tentu agama Kristen mengatakan “tidak ada nasib yang demikian” ! Apabila yang dimaksud ialah sesuatu yang dapat dibaca dalam garis2 tangan, tentu agama Kristen juga mengatakan “tidak ada nasib yang begitu” ! Apabila yang dimaksud ialah sesuatu yang dapat dibaca dari letaknya bintang2, agama Kristen juga menyangkal adanya nasib yang demikian. Demikianlah juga tentang ramalan2 dari pihak datu, ataupun dari pihak lainnya. Agama Kristen tegas menolaknya. Sekiranyapun ada yang benar terjadi dari antara ramalan2 dari bacaan garis2 tangan, atau dari bacaan2 kartu, dll., itu adalah kebetulan saja. Tidak ada sesuatu dasar ilmiah atau dasar keagamaan yang menjamin akan berlakunya sesuatu terkaan manusia mengenai masa depan dari seseorang. Segala sesuatu yang mencoba meramalkan masa-depan, adalah bersifat pseudo.

Demikian juga, apabila “nasib” ditinjau dari pengertian fatalisme, tentu agama Kristen dengan tegas sekali menolaknya. Fatalisme mengatakan : sekiranya saya membunuh si B dan dia mati, itu adalah kehendak Tuhan; karena sekiranya itu bukan kehendak Tuhan, saya akan dihalangi membunuhnya. Inilah nasib si B. Demikian pendapat fatalisme. Pengertian yang demikian kita tolak habis2an, karena menghapuskan tanggungjawab manusia.

Bagaimanakah pandangan agama Kristen secara positip ? Agama Kristen mengajarkan bahwa hidup kita ada di dalam tangan Tuhan (Mat 6:25-34; Rm 14:7-9). Inilah dasar dari optimisme Kristen dalam segala waktu, dan dasar dari hiburan Kristen dalam tiap zaman. Kalau ini disebut “nasib” (artinya hidup dalam Tuhan), tidak apa-apa. Yang penting ialah bahwa orang beriman tidak usah khawatir mengenai masa depannya. Asalkan dia bekerja sebagaimana harusnya, dan mempergunakan talenta yang diberikan Tuhan kepadanya, dia boleh menengadah “ke atas” memohon hasil dari usaha2nya. Benar, bahwa ada orang yang kelihatan kurang bekerja keras. Apabila hal ini terjadi, janganlah kita ter-gesa2 mengambil kesimpulan. Kita harus sanggup melihat beberapa factor dalam soal itu, dan menghubungkannya dengan adanya pemeliharaan Tuhan Yang Mahabijaksana. Umpamanya, seandainya saya mempunyai kekayaan seperti Rockeffeller, belum tentu kekayaan itu dapat saya kendalikan ke arah kebaikan kemanusiaan. Belum tentu saya dapat mendirikan fonds2 kemanusiaan. Belum tentu saya dapat mendirikan fonds2 membantu kemajuan kemanusiaan seperti yang dilakukan oleh Rockeffeller. Jadi kita harus sanggup menghubungkan sesuatu dengan Kehendak Tuhan, walaupun Kehendak itu tersembunyi. Lepas dari soal itu, kita mengatakan bahwa kekayaan atau kemuliaan (yang hendak diketahui oleh pelihat nasib) bukanlah ukuran yang sesungguhnya untuk nilai yang sebenarnya dari manusia.

Agama Kristen mengajarkan bahwa ada penentuan dari pihak Allah mengenai hidup manusia. Tetapi pada waktu yang sama harus pula dikatakan bahwa manusia bertanggungjawab atas hidupnya. Dia diberikan kebebasan oleh Tuhan untuk mempergunakan hidupnya ke arah mana. Dari sudut manusia harus dikatakan bahwa masa depan adalah tergantung pada masa sekarang. Artinya “nasib” itu adalah ciptaan manusia. Hanya dengan demikian kelihatan jelas tanggungjawab manusia atas segala perbuatannya. Kesalahan yang saya perbuat adalah kesalahan saya; tidak dapat saya lemparkan begitu saja kepada iblis, atau kepada orang lain, atau kepada “nasib”. Dengan demikian nasib itu berada dalam tangan manusia. Hal2 yang tidak dapat saya kontrol mengenai hidup saya, tentu saya artikan dalam kontekst pemeliharaan dan pengetahuan Tuhan Allah.

Kalau begitu, agama Kristen memegang teguh kedua factor itu : pemeliharaan Allah akan makhluknya (terlebih orang beriman), DAN tanggungjawab kita dalam hal “membentuk” hidup kita sendiri. Apabila yang pertama ditiadakan, maka manusia bukanlah manusia yang kita kenal sekarang; apabila yang kedua ditiadakan, maka fatalismelah yang berlaku.

Hidup kita ada dalam pemeliharaan Tuhan; tetapi juga hidup kita adalah tanggungjawab kita sendiri. Pengertian inilah yang mengatasi segala konsep tentang “nasib”.





Hi world!

24 09 2008
Welcome to riderbeat.blogspot.com

Human is a unique creature that have the ability to change and develop (thanks God for it). That’s why, i try to move forward by changing myself into a better people, a better creature, a better son (for my parents), a better person who can create a better atmosphere around me. Sounds weird, isn’t it?

Well, let’s say “I wanna be better time by time”.

It’s the first blog i’ve ever made.  Then, i think it’s not a bad idea to get serious about it.As the first step, i think it’s good to fill my site with some material i like. By doing it, i hope this site will reflect who i am better. So, don’t be surprised if you find “unrelated” material here. Human is complex afterall. You might find some weird (may be a lot) sentences, words etc (but hey, i’m still learning English till now), so … well you know. You can help me to correct my mistake, just send me an email at pangestueko@gmail.com, i’m really appreciate it.

And yeah, i’m almost forgot, you can find me on riderbeat.multiply.com too.

Last but not least, thanks for visiting my site. GOD BLESS YOU